Jumat, 22 Mei 2020

Bagaimana Dengan Qithmir, Seekor Anjing Yang Masuk Sorga?


Seorang penceramah tengah bercerita tentang siapa yang akan masuk Shorga. Dia menerangkan bahwa yang dapat masuk sorga adalah siapa yang membaca shahadat, yaitu orang Islam, karena membacanya adalah rukun Islam yang pertama dan seterusnya sampai ke 5, melakukan amal baik dan bertaqwa.

Dalam sesi tanya jawab yang diadakannya, seorang pemuda berdiri.

Dengan lantang dia bertanya, " Jika seseorang dalam hidupnya senantiasa melakukan amal baik sesuai yang diperintahkan Tuhan, tapi dia bukan Islam, apakah orang tersebut tidak akan masuk sorga?"

Si penceramah yang beragama Islam itu menanggapi pertanyaan pemuda tersebut dengan penuh khidmat. Pertanyaan yang menarik namun juga dalam dan sensitif. Bagaimanapun ini menyangkut tentang diluar agama yang ia anut, yaitu bukan Islam.

Dengan bijak ia menjawabnya tidak secara langsung. Ia membuat perumpamaan,

" jika anda masuk sekolah, sebelumnya anda harus mendaftar lebih dahulu, setelah diterima dan terdaftar di sekolah tersebut, lalu dilanjutkan dengan belajar, hingga rampung masa belajar, mengikuti ujian, lulus dan mendapatkan tanda kelulusan yaitu ijazah. Dengan tanda kelulusan tersebut anda dapat meneruskan jenjang pendidikan selanjutnya." kata Penceramah tersebut.

"Namun, " katanya lagi. " Seandainya anda masuk ke sekolah tersebut, tetapi anda tidak mendaftar, anda mengikuti pelajaran di sekolah tersebut dari awal sampai akhir dan mendapatkan ilmu yang sama dari sekolah tersebut. Bedanya, anda tidak mendaftar terlebih dahulu sejak pertama masuk sekolah, cuma ikut-ikutan saja. Apakah dengan cara ini anda akan dapat mengikuti ujian dan mendapat ijazah ?".

Shahadat, diibaratkan pendaftaran dimana seseorang dapat terdaftar secara resmi dan shah untuk menerima jatahnya masuk shorga sesuai dengan amalnya. Menurut sang penceramah,tanpa pendaftaran, meski orang melakukan amal yang sama, maka orang tersebut tidak akan tercatat sebagai penghuninya.

Membaca literatur tersebut, saya sebagai pembaca tidak dapat menahan diri karena tergelitik. Selain di tempat itu, saya juga banyak membaca literatur-literatur yang lain menyangkut dengan bahasan yang serupa.

Sayapun komen , akan tetapi sebelumnya saya katakan dulu, jika komentar saya juga menggelitik pembaca yang lain, tak terkecuali kepada anda, anda boleh berkomentar lagi dibawahnya, hingga tukar pendapat menjadi lebih seru.

Terkandung didalam All-Qur'an, Surat Al-Kahfi ayat 10-26, dimana meceritakan seekor anjing yang bernama Qitmir yang mengikuti 7 pemuda yang dikejar-kejar oleh rajanya yaitu raja Diqyanus, karena mereka memilih mepertahankan imannya memeluk Islam daripada mengikuti apa yang dianut rajanya tersebut.

Mereka dikejar akan dibunuh. Satu diantara pemuda tersebut bernama Ashabul Kahfi. Mereka masuk ke sebuah gua yang bernama gua Alkahfi untuk bersembunyi. Si anjing Qitmir tidak ikut masuk dalam gua, namun setia menjaganya dipintu gua. Hingga Allah menidurkannya selama 309 tahun. 

Karena lamanya tidur, saat mereka bangun, keadaan negeri itupun telah berubah. Satu dari mereka pergi ke kota membeli makanan dari uang sisa bekal yang dibawanya. Mengetahui uang yang digunakan adalah uang yang berumur ratusan tahun sebelumnya, membuat orang dijaman itu curiga dan melaporkannya kepada raja.

Lalu raja menyuruh untuk menunjukan gua tempat persembunyiannya itu. Sampai ditempat itu, untuk menghindari banyak pertanyaan yang sulit dijelaskan, mereka lebih memilih mati. Dan kematian yang diinginkan itupun dikabulkan Tuhan dan merekapun mati bersama runtuhnya gua tersebut. 

Mereka semua masuk dalam jajaran ahli surga. Atas kehendak Yang Kuasa, Qitmir yang hanya seekor anjing termasuk dalam daftar itu.

Apakah Qitmir membaca Shahadat, apakah agama Qitmir?, karena dia hanya seekor binatang yang tidak dapat bicara. Jangankan bicara, bahkan akal saja dia tidak punya. Akan tetapi, perbuatan baik Qitmir jelas, dia hanyalah seekor anjing yang setia menjaga Ashabul kafi dan kawan-kawannya dalam persembunyian untuk menghindari pengejaran raja Diqyanus yang kejam.

Qitmir menjadi seekor anjing yang masuk surga. 

Ada yang berkomentar, itu sudah kepastian Allah. Jika pendapatnya benar, maka berarti, masuk surga bukan melihat apa agamanya, akan tetapi, adalah Kepastian Allah. Agama bukan satu-satu hal yang membuat orang masuk shorganya.

Secara intern masing-masing, setiap agama mengklaim, bahwa agama yang dianutlah yang akan memasukan umatnya masuk shorga. Secara umum, hal itu tidak bisa dilakukan.

Kata AGAMA sendiri berasal dari kata A = Tidak dan GAMA = rusak, jadi , agama berarti, "sesuatu yang tidak membuat kerusakan". Mengacu dari ma'na tersebut, bolehlah dimaknai bahwa semua agama adalah baik dari isi maupun tujuannya.

Dalam Islam sendiri ada ajaran yang menjelaskan, tidak ada paksaan dalam beragama. Di Indonesia ada bebrapa agama yang diijinkan dan sesama pemeluk saling memupuk toleransi, mereka beribadah sesuai dengan agamanya masing-masing dengan damai. Hal itu juga menjadi salah satu yang membuat negeri ini dikagumi dunia dengan Bineka Tunggal Ika-nya.

Dengan beragama manusia menjadi baik akhlaknya dan semoga Tuhan memasukan kita dalam shorganya dengan segenap kehendaknya.

Peristiwa Qitmir hendaklah menjadi pelajaran dan renungan. Seekor anjing yang dalam agama Islam  najis, Allah memasukannya dalam sorga. Jika agama hanya dapat dilakukan bagi makhluk yang berakal, Qitmir tidaklah termasuk didalamnya.

Bukan sebanyak apa ibadah yang dilakukan yang memasukan kita ke shorga, tetapi hanya rahmat dan keridloan Allahlah. 

Senin, 11 Mei 2020

Piara Tupai, Biaya Murah Lebih Mengasikan Dari Pet Lain




Ketika banyak orang memelihara binatang piaraan didalam rumah, saya juga tidak ketinggalan. Binatang yang lucu dan menggemaskan dapat menjadi hiburan. Memberi makan dan bermain-main dengannya dapat menghilangkan stress. Mengadopsi dan menjadikan anggota keluarga sebagai pet sangat cocok bagi orang yang memiliki jiwa penyayang binatang. 

Binatang pet bukan binatang ternak yang dipelihara untuk berkembang biak, hasil dari berkembang biakan itu dijual dan menghasilkan uang berlimpah, tapi pet hanyalah binatang yang sengaja dipiara di dalam rumah masuk dalam anggota keluarga. 

Meski seekor binatang, mereka akan diperlakukan sama dengan anggota keluarga yang lain, tidak jarang pet lebih disayang dari pada manusia dalam anggota keluarga terutama oleh pemiliknya. Pemilik pet biasanya tidak akan menjualnya dengan harga berapapun, baginya, uang bukanlah ukuran dari sebuah kesayangan. 

Binatang yang umum dijadikan pet biasanya memiliki bentuk dan sifat yang unik, lucu dan menggemaskan, beberapa binatang tersebut seperti, monyet, kucing, anjing, berang-berang, musang, burung dan lain-lain. Mereka adalah jenis pet yang bisa dibeli atau diadopsi di toko pet yang dinamakan petshop. Petshop sekarang dapat ditemui disetiap sudut kota. 

Semua binatang pada dasarnya dapat dijadikan pet, itu semua tergantung yang mau memeliharanya. Terlepas dari yang umum dijual belikan di petshop, binatang adalah binatang, sama-sama makhluk Tuhan. Bedanya manusia memiliki akal pikiran dan binatang hanya punya naluri. Dengan akal, manusia dapat menundukannya. 

Sebagai contoh, binatang pet yang saya miliki, saya tidak mendapatkannya di petshop, karena sepertinya tidak dijual di sana. My pet is tupai. Binatang pet yang saya miliki adalah dua ekor tupai yang masing-masing berkelamin jantan dan betina. Mereka sepasang, saya dapatkan dari teman saya hasil dari mengunduh di sarangnya. 

Mereka saya pelihara sejak belum membuka mata. Merekapun harus disusui dengan susu bayi binatang. Karena susu khusus untuk tupai tidak ada dijual dipetshop, sebagai gantinya saya beri mereka susu babby kambing. Itupun saya dapatkan dari susu kambing yang saya perah sendiri dari kambing piaraan sendiri. Ternyata dengan susu tersebut seperti tidak ada masyalah dan merekapun tumbuh dengan normal menjadi tupai yang sehat dan lincah. 

Mereka tidak pernah melihat bentuk ibunya sejak pertama membuka mata, mereka hanya tahu saya yang memberi susu dan membesarkannya hingga dewasa. Oleh karena itu, dia sangat patuh dan menurut kapada saya. Mereka selalu datang saat dipanggil dengan namanya masing-masing. Yang betina bernama Cici dan yang jantan bernama Kiki. Baik Cici dan Kiki selalu bermain bersama. 

Mereka saya bebaskan di luar kandang, mereka bermain dan mencari makan tambahan disekitar rumah. Di atap mereka berlari kejar-kejaran, lalu turun meniti plafon. Kadang saya terhibur melihat tingkahnya. Melihat mereka yang seharusnya di alam liar berlari - lari didepanku, rasanya diri ini juga sedang berada di hutan, habitat mereka, tempat dimana mereka dapat ditemui berseliweran. 

Dalam asuhan saya, makanan yang saya berikan setelah dewasa dan sudah lepas susu bukan makanan yang dibeli di petshop atau toko pakan khusus pet yang lain, jangankan untuk membeli makanan pabrikan yang menurut saya sangat mahal, untuk jajan sendiri saja kurang. Akan tetapi, jangan pertanyakan keadaan tupaiku karena makanan. Meskipun tidak pernah makan pakan toko, pertumbuhan tupaiku tidak kalah bagus dibandingkan dengan pet milik orang kaya yang penuh dengan makanan mewah dan mahal. 

Tupaiku tumbuh gemuk, sehat dan lincah. Makanan tupai saya berasal dari pakan alami. Makanan itu berdasarkan dari pengalaman pribadi, dimana saya selalu mengamati tupai liar saat mencari makan di alam bebas. Hal itu membuat saya tahu semua jenis makanan yang disukai. Sebagai orang yang tinggal di desa, bahkan dilereng gunung tidaklah sulit untuk mendapatkannya. 

Pada suatu waktu, kejadian yang tidak diingikan harus terjadi, tiba-tiba si Kiki rontok bulunya. Pertama dari bagian perut lama-lama melebar ke mana saja, hingga nyaris pelontos sekujur tubuh. 



Saya sempat bingung, mau saya periksakan ke dokter hewan, uang buat membayar jasa dokter dan resep obat tidak ada. Akan tetapi, saya tidak tinggal diam, saya berusaha untuk mengobatinya sendiri. Yaitu dimulai dengan rajin memandikannya pakai sabun. Saya berfikir sabun memiliki zat disinfektan dan juga satu-satunya zat pembersih tubuh, tak terkecuali tubuh tupai. Barangkali jika ada jamur, bakteri atau mikroba apa saja penyebab bulu rontok itu akan sirna. 

Setiap hari saya lakukan, mengeringkannya dengan handuk setelah mandi dan kemudian menjemurnya pada matahari pagi. Saya pernah membaca katanya matahari pagi dapat membunuh kuman penyakit. 

Ramuan-ramuan penumbuh bulu herbal yang saya tahu juga dilakukan. Bermacam tumbuhan dengan mudah saya dapatkan disekitar rumah sebagai bahan bakunya. 

Beberapa selang kemudian, tanpa disadari aku melihat warna hijau tipis menyelimuti tubuhnya. Setelah saya perhatikan, ternyata itu adalah warna dari bulu yang mulai tumbuh di sekujur tubuh. Rupanya penyakit yang terdapat di tupai saya telah berakhir, bulu baru tumbuh menggantikan yang telah hilang. Benar-benar ajaib. 

Masyalah pada kerontokan bulupun terselesaikan, tubuh yang semula gundul kini lebat kembali.

Bicara soal tupai, sobat pasti membayangkan juga dengan binatang serupa yang suka makan kelapa di pohonnya, yaitu bajing. Sekilas memang nampak sama, tapi sebetulnya dia berbeda. 

Bajing merupakan mamalia pengerat (ordo Rodentia) dari suku (famili) Sciuridae yang dalam bahasa Inggris dinamakan Squirrel. Sedangkan tupai, berasal dari famili Tupaiidae dan Ptilocercidae yang dalam bahasa Inggris dinamakan treeshrew.  

Bajing lebih suka makan buah-buahan termasuk kelapa. Sedangkan tupai memakan hampir semua makanan, dari buah, tumbuhan, serangga juga daging. Dia termasuk omnivora. Tupai tidak suka makan buah kelapa, lain dengan bajing yang sangat suka buah yang berlapis tempurung keras ini. 

Sebagai binatang pengerat, bajing mampu menggerogoti tempurung yang keras hingga tembus pada kelapa bagian dagingnya. 

Tupai tidak. Sifat tupai yang tidak suka menggerogoti ini memungkinkan ditempatkan dalam kandang kayu yang dapat dibuat sendiri dengan kreasi yang disukai. Tidaklah demikian untuk kandang bajing. Kandang bajing perlu dibuat dari kandang besi, kalau tidak ingin dicabik- cabik oleh giginya yang suka iseng jika kandang terbuat dari bahan kayu. 

Jika diamati lebih detil lagi, bentuk tupai dan bajing memiliki banyak perbedaan. Terutama dibagian moncong dan bulu ekornya. Moncong tupai lebih monyong daripada bajing, lebih mirip moncong musang, gitu. 

Berbeda dengan moncong bajing, dia lebih datar, kalau disamakan, kira-kira mirip kepala kelinci. 

Bulu ekor pada bajing lebih lebat dan mengembang dibanding bulu ekor pada tupai. 

Tupai termasuk binatang yang cerdas. Indra penciumannya mampu mendeteksi bau yang tersembunyi dibalik benda yang tebal sekalipun. Saya sering menggunakannya bermain-main saat lagi jenuh. 

Permainan yang mengasikan adalah menjadikannya anjing pelacak dan saya sendiri menjadi polisinya. Cara permainannya, seekor jangkrik atau belalang saya sembunyikan dibalik tas atau ditaruh dalam saku. Lalu, dilepaslah tupai, dengan sendirinya dia akan mengendus-endus hingga ia menemukan kecurigaan ada sesuatu yang dia suka di dalam tas atau saku, dimana dia akan berhenti dan tidak mau pergi ditempat tersebut sambil tetap mengendus-endus berusaha untuk mendongkel dengan mulutnya. Unik, kan! 

Tupai, orang sering juga menyebutnya bajing kekes ini memang suka mengendus-endus ke bawah tanah dalam mencari makan. Sepertinya banyak makanannya yang bersumber di bawah tanah. Hampir semua binatang-binatang kecil yang berasal dari tanah dia makan. Seperti, jangkrik, belalang, semut, cacing, larva, rayap dan lain-lain. 

Begitu mudahnya memberi makan jika binatang piaraan yang kita punya adalah tupai. Karena hampir semua makanan selama dia mampu mengunyah akan dilahapnya. 

Pernah suatu hari tidak ada makanan yang saya berikan kepada tupai saya, bersamaan dengan itu saya mendapati ibu saya pulang belanja. Dalam belanjanya ada daging ayam. Saya cuil sedikit daging ayam segar tersebut dan saya berikan, dengan lahapnya ia makan. 

Dari semua makanan, makanan yang paling disukai tupai saya adalah serangga. Semua janis serangga dari jangkrik, belalang, hingga lebah mereka sangat suka. 

Selain makanan dari alam, tupai juga mau makan vour, makanan pabrikan yang biasa digunakan untuk pakan burung yang banyak dijual ditoko dan warung terdekat. 

Keunikan lain dari tupai adalah suaranya, tupai memiliki suara ngekek yang melengking. Suara yang dihasilkan sering digunakan oleh penggemar burung berkicau sebagai master dalam mencetak burung kicaunya lebih variatif. Dengan isian suara tupai, penilaian burung kicau saat kontes memiliki nilai plus. Oleh karena itu, jangan heran kalau penggemar burung banyak memiara tupai dalam koleksi piaraan burungnya.