Selasa, 18 Februari 2020

Barang Mantan Sebaiknya Dimusnahkan Atau Gak?


Barang mantan sebaiknya dimusnahkan atau gak?
Pertanyaan yang ringan, tapi begitu pelik bicara mantan, terutama mantan yang meninggalkan kita saat kita masih cinta. Lain halnya dengan mantan yang kita tinggalkan, itu karena kita sudah tidak mencintainya lagi atau suatu hal yang membuat bersamanya malah menderita.

Mantan yang berpisah disaat kita masih cinta,  itulah mantan yang sebenarnya.

Barang-barang mantan adalah barang-barang yang pernah dimiliki oleh mantan akan tetapi posisinya ada pada kita walau status hubungan sudah bubaran.  Benda-benda hasil pemberian atau pertukaran disaat pacaran seperti perhiasan, pakaian, atau cindera mata, termasuk poto yang masih kita simpan, apakah lebih baik tetap kita simpan atau sebaiknya dimusnahkan saja?

Memang barang-barang mantan punya banyak kenangan, itu pasti, karena setiap barang yang ada memiliki kisah manis saat masih bersama. Kisah manis yang ada itu terjadi dahulu, saat cinta masih berbunga-bunga.

Bagaimana saat cinta telah hancur dibawa oleh pengkianatan ? Mengingatnya sungguh sangat menyakitkan. Barang-barang mantan yang kebetulan tersimpan mengingatkan semua keindahan itu justru berbalik menyakitkan untuk dikenang.

Perlu Move On
Hanya satu obat lara hati ditinggal kekasih yaitu, move on. Sampai kapan hal itu dijumpai adalah sampai kapan anda melupakannya. Selama itu belum didapatkan, dijamin anda akan terus lara. Untuk mendapatkannya hanya satu cara yaitu melupakannya. Melupakan berarti menghilangkan semua kenangan yang pernah ada.

Benda-benda yang mengingatkan kenangan lebih baik dilempar saja jauh-jauh hingga tidak terlihat lagi oleh mata. Itulah kenapa memusnahkan barang-barang mantan perlu dilakukan.


Ada sebuah cerita tentang tujuh orang yang harus tinggal di sebuah pulau terpencil. Ketika turun dari kapal menginjak bibir pantai, mereka ragu melangkah menuju lokasi yang dituju yaitu beberapa kilometer lagi. Mereka selalu menengok kebelakang melihat terus kapal miliknya yang terdampar dipantai.

Melihat itu, Klark pemimpin rombongan yang juga kapten kapal berbalik menghampiri kapal. Dia menyiramkan bensin di kapal dan kemudian mengambil pemantik api, lalu membakarnya.

Melihat kapal yang sudah hangus terbakar tak tersisa, barulah rasa ragu dan sayang hilang, merekapun meneruskan langkah lagi dengan tanpa beban.

Sang kapten tahu, bahwa yang membuat berat melangkah adalah rasa sayang untuk meninggalkan kapal. Hangusnya kapal juga menghilangkan pikiran kalau-kalau masih ada kemungkinan untuk membatalkan perjalanan dan pulang.

Untuk sampai pada sebuah tujuan, kita harus menghilangkan apa yang memberatkan langkah untuk mencapai tujuan tersebut, karena itu lebih penting dari segala-galanya.

Untuk apa terus menyimpan barang-barang mantan, kalau itu sudah tidak lagi manis, mereka sudah berubah getir sejak kemanisan itu sudah ternodai oleh berantawali. Sekarang barang itu sudah menjadi sesuatu yang hanya manis dipandang namun getir untuk ditelan. Itu lebih menyiksa dari segelas air tuba, pada hakekatnya.

Barang-barang itu sebetulnya yang menambah sulit buat move on. Hapus saja semua kenangan, anggap dia sudah mati dan tak mungkin untuk kembali.

Mencari tempat berlabuh baru itu lebih penting. Fokuskan urusan ke hal lain yang lebih bermanfaat, melakukan hal yang belum pernah dilakukan, kalau perlu hindari pekerjaan yang biasa dilakukan bersama mantan, hindari segala hal yang berbau itu semua. Yang lalu biarlah berlalu. Lupakan, lupakan dan lupakan. Memang tidak cukup satu kali untuk melakukannya, tapi pasti bisa.

Senin, 17 Februari 2020

MISTERI AJARAN DAN KEMATIAN SHEH SITI JENAR YANG DIKABURKAN




Sheh siti Jenar adalah salah seorang wali yang memiliki ajaran dianggap menyimpang daripada wali sanga dan akhirnya dihukum mati. Satu ajarannya yang menyatukan hamba dengan Penciptanya yaitu: Manunggaling Kawulo Gusti, yang berarti menyatunya pencipta dan yang diciptakan.

Proses hukuman mati dengan cara di tusuk dengan keris genta naga. Pada tusukan pertama terdengar suara keras seperti benturan besi, para wali bilang," Allah kok tubuhnya seperti besi".

Sheh Siti Jenar menjawab" Coba tusuk sekali lagi!"

Lalau, salah seorang dari sembilan walipun kembali menusukan keris genta naga keperut Sheh Siti Jenar.

Yang terjadi adalah Sheh Siti Jenar menghilang, para wali tidak mau kalah dan terus mengambil siasat dengan mengatakan, "Katanya kau rela menghadapi kematian ini, kenapa kau menghilang?"

Mendengar itu, Sheh Siti Jenar muncul menjelma kembali dengan minta ditusuk untuk ketiga kalinya.

Tusukan ke tiga kalinyapun dilakukan, yang terjadi adalah Sheh mengeluarkan darah putih dari bekas tusukannya.

Melihat itu, Para Wali masih juga mengatakan, " Allah, kok darahnya putih kaya cacing?"

Mendengar semua serba dikomentari, Sheh Siti Jenar bangkit, bekas tusukan keris menghilang seketika dan dia bengun dengan segar dan sehat seperti tak terjadi apa-apa.

" Lalu kematian seperti apa yang engkau inginkan?" kata Sheh Siti Jenar menyerahkan.

" Kematian sebagai orang biasa yaitu Abdul Jalil (nama asli dari Sheh Siti Jenar) dengan tubuh lemas hingga napas berhenti"Pinta Dewan Wali Sanga.

Lalu pada tusukan terakhir, Sheh Siti Jenarpun mati dengan kematian yang wajar sebagai manusia biasa.

Apa kesalahan Sheh Siti Jenar hingga sampai segitunya? Itu yang teman tanyakan, kan.

Sangat rancu untuk bicara kesalahan atau dosa pada  Sheh Siti Jenar, hanya Allah sendiri yang tahu. Terutama setelah teman membaca lebih lanjut kisah ini.

Ajarannya yang fenomenal dan kematiannya yang seperti sengaja dikaburkan ini, hingga kini membuat orang bertanya-tanya. Ceritanya membuatnya menjadi tidak kalah terkenal dengan ketenaran wali sanga itu sendiri.

Sheh Siti Jenar memiliki ajaran rahasia tentang hamba dan tuhannya yang terkenal dengan sebutan "Manunggaling Kawula Gusti" yang artinya, Bersatunya hamba dengan Tuhan. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mudeng. Oleh karena itu tidak dapat dibeberkan di depan publik, salah- salah akan menimbulkan konflik. Jadi lebih baik disembunyikan agar tidak membingungkan umat.

Dalam sudut pandang lain dianggap rekayasa colonial yaitu bagian dari tak tik penjajah dalam memecah belah umat untuk kemudian menguasai.

Jika ini dasar dari kesalahannya, Dia bersalah atau tidak hanya Allah yang tahu.

Semakin disembunyikan, malah orang jadi penasaran, inilah kisahnya.

Karena ilmu yang diajarkanya itu berbeda dengan yang diajarkan para Wali sanga, Wali Sanga mengadakan sidang atas ijin kesultanan sebagai penguasa Demak kala itu, yaitu Raden Patah, menyangkut desas desus tersebut dengan mengundang Sheh Siti Jenar langsung ke persidangan.

Setelah berkumpul para wali dan pejabat kerajaan terkait, diperintahlah dua orang santri menjemput Sheh Siti Jenar.

Dengan sopan santri tersebut berkata" Sheh Siti Jenar di mohon kehadirannya dalam sidang para wali di kesultanan"

Sheh Siti Jenar menjawab: "Disini tidak ada Sheh Siti Jenar, melainkan Allah"

Lalu utusan santri itu kembali dengan mengatakan alasan Sheh   Siti Jenar yang tidak mau datang. Lalu Wali menyuruh mereka kembali lagi.

"Katakan pada dia, Allah diminta datang ke persidangan" katanya.

Santri utusan itupun kembali ke tempat Sheh Siti Jenar.

" Allah sedang ditunggu di persidangan" kata santri utusan.

" Disini tidak ada Allah, melainkan Sheh Siti Jenar" jawab Sheh Siti Jenar.

Arti dari jawaban Sheh Siti Jenar disini adalah, Dalam diri Sheh Siti Jenar ada Allah dan Di Allah ada Sheh Siti Jenar. Nggak mudeng, kan?

Pergumulan ilmu yang dikuasainya yaitu ilmu tasyawuf    orang yang bernama asli Abduljalil memang dalam. Dalam naskah negara Kartabumistarga 3, buku 77, disebutkan bahwa Abduljalil dewasa pergi menuntut ilmu ke persia dan tinggal di Bagdad selama 17 tahun. Ia berguru kepada seorang mullah Si'ah muntadhor bernama Abdull Malik Albagdadi atau Siah imamiyah dan menguasai berbagai ilmu pengetahuan agama.

Kesukaanya ilmu tasyawuf, membawanya berguru kepada Sheh Akhmad yang menganut aliran Akhmaliah yang jalur silsilahnya sampai ke Abu bakar asidiq r . a. Selain itu dia juga menganut torekot Sathoriah dari Sheh Datuk Kafi.

Disiplin ilmu yang diperoleh dari negeri yang merupakan pusat peradaban Islam dunia membuat pandangan-pandangan Sheh Datuk Abdul Jalil bergeser dari kelaziman.

Ilmu tasyawuf yang berdiri tegak diatas fenomena pengetahuan intinitif bersumber dari kalbu, oleh Sheh Siti Jenar diformulasikan sedemikian rupa bersama ilmu filsafat, mantek atau logika.

Pengetahuan intinitif yang merupakan pangkal dari kerahasian dijabarkan dengan cara terbuka melalui bahasa filosofis. Sheh Siti Jenar beranggapan bahwa pengetahuan ma'rifat atau ginostik yang bersifat supra rasional tidak harus dijabarkan dengan kode yang bersifat mistis yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, namun sebaliknya, pengetahuan ginostik harus bisa dijelaskan dengan logika yang rasional dan bisa diterima oleh akal.

Menurutnya, hidup didunia ini adalah kematian, dan sebaliknya, apa yang disebut sebagai kematian adalah awal dari kehidupan yang haqiqi dan abadi.

Dalam konsep yang lain yaitu , Manunggaling kawula gusti dibantah oleh beberapa penulis Sheh Siti Jenar menjelaskan.

Kurang lebih sekitar tahun 1404, Sheh Siti Jenar dilahirkan, merupakan masih keturunan Nabi Muhammad dari garis keturunan Siti Fatimah dan Ali bin Abitholib.

Pada tahun 1475, dimasa kesultanan Demak, Sheh Siti Jenar mengembangkan ajaran Sufi yang dinilai bertentangan dengan ajaran Wali Songo. Ajaran Manunggaling Kawula Gusti dianggapnya ajaran sesat. Parawali dan ulama di wilayah kekuasaan Demak kala itu termasuk Sheh Siti Jenar hanya diberi wewenang  mengajarkan shahadat dan touhid, sementara Sheh Siti Jenar dikabarkan berani mengajarkan ilmu ma'rifat dan hakikat. Maka digelarlah forum akan pertanggung jawaban ajaran Sheh Siti Jenar, sebagian besar anggota Walisongo hadir dan memberikan argumen penyanggahan tentang ketuhanan yang diyakini Sheh Siti Jenar.

Bagi Sheh Siti Jenar inti paling mendasar tentang shahadat dan touhid adalah manunggal atau bersatu. Artinya, seluruh ciptaan Tuhan akan kembali menyatu dengan yang menciptakan, yaitu Manunggaling Kawula Gusti.

Banyak argumen yang berpendapat, konsep tersebut pengaruh dari primbon jawa, padahal dalam kitab Jawa yang mengangkat tentang dirinya yang berjudul, Suluk Sheh Siti Jenar, Beliau jelas-jelas menggunakan kalimat, Fana wal Baqo. Kalimat itu sangat berbeda penafsirannya dengan manunhgaling kawula gusti. Istilah fana wal baqo merupakan ajaran thouhid.

Allah berfirman: "Kulu sai'in haalikhun ilaa wajahu" artinya kurang lebih: " Segala sesuatu itu akan rusak dan binasa kecuali dzat Allah.

Sheh Siti Jenar adalah penganut Touhid dan Sufi sejati.

Yang dalam cerita  hidupnya dikenal berakhir dengan dihukum mati oleh Para Wali Songo. Entah benar atau tidak, cerita itu sudah lama bergulir dan banyak ditulis dalam berbagai literatur.

Akan tetapi, dimana beliau dikuburkan, dimana petilasannya  hingga sekarang masih misteri.

Beberapa literatur menuliskan, setelah beberapa detik kematiannya, tiba-tiba berbau harum dan disekitar muncul cahaya indah bak pelangi. Wali songopun tertegun dan serta merta mereka menciuminya.

Kemudian untuk menhindari banyak penafsiran, mereka menggantinya dengan jasad binatang agar ia berbau layaknya orang yang mati dihukum dan jasad Sheh Siti Jenar entah di bawa ke mana. Itu juga  cerita yang belum jelas darimana sumbernya. Semuanya masih kabur hingga sekarang perihal tentang kematian seorang Sheh Siti Jenar.

Sheh Siti Jenar yang disebut juga Ulama Abangan, karena berhasil melaraskan ilmu kejawen yang selaras dengan Islam dan memangkas yang bertentangan, sehingga dapat terhindar dari kesesatan yang sesungguhnya seperti patah ditengah jalan, akan tetapi, tidak dipungkiri, ajaran yang masih tersisa diam-diam masih banyak dicari. Secara diam-diam juga dia memiliki pengagum yang tidak sedikit, anehnya para pengagum tersebut berasal dari orang Islam sendiri.

Sesatkah dia, seperti yang diputuskan para Wali? Wallahu A'lam, tentunya.



Rabu, 12 Februari 2020

MENELAN BAYI TIKUS HIDUP UNTUK KEKUATAN DAN STAMINA



Biasa saja, sulit untuk di percaya, atau gila, jika ada sebagian orang suka menelan bayi tikus baru  lahir yang masih merah. Mereka menelannya begitu saja dalam kondisi anak tikus hidup.

Mereka melakukan itu semua bukan tanpa alasan, karena mereka melakukannya dengan otak yang waras, dengan sadar dan tanpa paksaan.

Mereka sudah terlebih dahulu mendapat informasi bahwa menelan tikus bisa membuat seseorang menjadi sehat dan kuat. Lebih dari itu menelan tikus dapat menambah kekuatan dalam melakukan hubungan sex.

Bagaimana itu bisa terjadi?  Ternyata begini cerita lengkapnya.

Dikutip dari orang yang pernah melakukan hal tersebut, bermula orang tersebut mendengar informasi dari mulut ke mulut tentang kasiat minum cindil atau bayi tikus yang sudah saya terangkan diatas. Lantas, orang yang tertarikpun mencoba melakukannya meskipun ia tahu sumber informasi tersebut sebetulnya tidak jelas darimana berasal. Dan hasilnya, ada yang mengatakan, ya dan ada yang mengatakan biasa-biasa saja.

Bermula dari mitos, barang siapa yang dapat meminum empedu tikus, maka orang tersebut dapat mendapatkan efek tertentu yang didapatkan dari kasiat zat yang terkandung pada empedu seekor tikus. Diantaranya adalah menjadikan tubuh menjadi kuat dan penuh stamina. Hal itu menyangkut saat berhubungan badan dengan lawan jenis atau bermain sex.

Daya tarik itu membuat banyak yang ingin mencoba membuktikan, tetapi masalahnya adalah posisi empedu tikus yang sangat sulit untuk didapatkan dalam tubuh tikus meski tikus telah disembelih dan dibedah. Lalu, orangpun mengambil kesimpulan, sayangnya, kesimpulan yang mereka lakukan secara mistis, sehingga mereka menganggap bahwa posisi empedu pada seekor tikus itu senantiasa berpindah-pindah, ada kalanya di rongga dada, kepala, bahkan tersembunyi dikaki, hanya bagi yang hoki saja dapat menemukannya. Keberadaan empedu seperti disembunyikan secara ghoib. Alasan itulah yang membuat empedu tersebut tidak mudah didapatkan pada tubuh tikus.

Pencari yang pintar dan berakal waras berhasil menemukan teori yang logis dan tak tebantahkan, bahkan oleh makhluk ghoib yang mencoba menyembunyikannya.

Logikanya, empedu seekor tikus boleh dimana saja selagi masih berkisar dalam tubuh tikus itu sendiri. Masalah itu bukan lagi masalah untuk dapat menelan jamu empedu seekor tikus.

Cara jitu yang tidak dapat terbantahkan dengan sanggahan apapun tersebut adalah dengan menelan seluruh badan tikus itu sendiri. Masalah selesai, bukan.

Masalah mungkin selesai, tapi untuk jamu empedu segar dan fresh harus menelan tikus mentah-mentah dalam keadaan hidup. Mungkinkah itu? Seekor tikus hidup diuntal (ditelan) begitu saja, padahal untuk menelan bahan yang tidak disukai oleh lidah itu akan sangat sulit dan ditambah lagi itu makanan hidup yang bakal meronta-ronta baik di rongga mulut maupun tenggorokan. Saya yakin, walaupun disertai air putih sekalipun sebagai pelumasnya tikus tidak akan mau masuk.

Tak berhenti disitu saja otak waras  berputar, buktinya pada akhirnya merekapun menemukan cara yang tidak kalah jos. Konsepnya ditujukan kepada bayi tikus yang baru lahir yang masih merah. Bentuk yang kecil, belum ada bulu dan warna kulit kemeraha-merahan layaknya bayi pada umumnya.

Penemuan terakhir inilah yang dianggap menjadi solusi yang tepat. Akhirnya, dengan dua jari jempol dan telunjuk cindil atau bayi tikus itu dicepit dibagian ujung ekornya. Bayi mungil yang belum mengerti apa-apa itupun meronta-ronta minta dilepaskan. Pemangsa tak perduli keadaan itu, bahkan ia meneruskannya kearah saus, lalu mencelupkannya sebelum akhirnya orang waraspun menelannya tanpa kesulitan, bayi tikus itu masih meronta minta dilepaskan dari gua mulutnya, namun, apa daya anak kecil yang lemah, mulut manusia terlalu perkasa untuk melumat dan terus mendorong ke telak (tenggorokan), pada leher terlihat sebuah benjolan berjalan menuju lambung. Dan proses pencernakan pun berlangsung.

Empedu tikus sudah dipastikan  masuk ketubuh pemangsa yang berupa manusia tersebut lengkap dengan seluruh bagian tubuh anak tikus, yang berarti tinggal menunggu efek jos yang akan segera diperoleh dari mitos kasiat empedu tikus yang extreem dan langka tersebut.

Begitulah teman pembaca, sekilas tentang penelanan anak tikus hidup-hidup oleh manusia. Bagaimana menurut pendapat teman dengan peristiwa ini.

Bagaimana kita menanggapi mitos yang begitu banyak disekeliling kita, mungkin kita perlu lebih bijaksana dan berhati-hati dalam memilih. Mitos bukanlah fakta. Jika fakta adalah kebenaran yang dapat dibuktikan, akan tetapi mitos adalah sebaliknya.

Dari cerita diatas, jika benar empedu dari seekor hewan itu memiliki kasiat tertentu, kenapa harus empedu seekor tikus, bukankah masih banyak binatang yang baik dimakan oleh manusia dari pada tikus yang haram.

Jika ahli gizi mengatakan, bahwa daging hewan itu memiliki kandungan protein yang baik, tak terkecuali dengan daging tikus. Bahkan secara medis tikus didapati memiliki penyakit pes yang dapat menular ke manusia.

Fakta lebih terbuktikan daripada mitos. Jika kita lebih mengikuti mitos dalam perilaku dalam hidup, bukan tidak mungkin kita terperosok kedalam jurang kesengsaraan dari ketidak benaran cara yang menjadi panutan semata-mata karena kebodohan kita yang gaptek.

Ingat ! Semua itu hanya mitos, bukan fakta.

Kamis, 06 Februari 2020

Membuat Kotak Perhiasan Lapis Beludru




Kotak perhiasan lapis beludru adalah kotak yang digunakan sebagai pembungkus hadiah, souvenir, perhiasan dan semua pernik-pernik berharga lain yang dibuat dengan bahan beludru sebagai lapisan pembalut pada setiap sisinya.

Dengan kotak perhiasan lapis beludru yang elegant, premium dan berkualitas sebagai tempatnya, hadiah akan lebih berharga dan memiliki nilai tambah.

Dalam acara penting dan formal seperti weding party, acara perusahaan, pertemuan penting dan even-even lainnya yang disana ada pemberian ataupun pertukaran hadiah yang berbentuk cindera mata dan perhiasan.

Bagi pemilik toko perhiasan dapat memajangnya ditoko, sebagai tambahan barang yang berkaitan dengan perhiasan itu sendiri. Dalam hal ini pembeli perhiasan akan membelinya sebagai tempat perhiasan yang telah dibeli di toko tersebut.

Banyak yang menggunakan kotak perhiasan yang asal-asalan, seperti kayu, semen, bahkan kardus telanjang begitu saja sehingga mengurangi nilai pada cindera mata dan orang yang menerima hadiahpun kurang ekspektasinya kepada isi souvenir tersebut.

Kanabe Beludru membuat kotak perhiasan yang berlapis beludru yang dapat membuat perhiasan dan cindera mata akan lebih bermakna dan berkualitas sebagai box atau pembungkusnya mulai dari pandangan pertama. Apapun isi hadiah didalamnya, kesan elegan dan berkelas akan didapat disana.

Kanabe Beludru dengan pilihan beberapa warna dan tipe yang cantik dan elegan dapat anda dapatkan dengan harga murah.

Cara Membuat Kotak Perhiasan Lapis Beludru

Bahan :

1. Kain beludru
2. Kayu lapis/triplek
3. Mika
4. Kertas manila putih
5. Lem g
6. Lem aibon
7. Busa

Alat : Kater, gunting, penggaris, pensil.

Cara membuat :

Langkah 1 : Potong kayu lapis/triplek dengan kater sesuai garis pensil yang sudah dibuat sebelumnya,  persegi empat dengan ukuran yang diinginkan.


Langkah 2 : Rekatkan lem  pada setiap tepi dan sisinya, tunggu beberapa menit hingga kering.



Langkah 3 : Sambil menunggu lem kering, potong kain beludru sesuai dengan ukuran



Langkah 4 : Setelah lem kering, tempelkan kayu lapis/triplek hingga membentuk kotak yang diinginkan



Langkah 5 : Tempelkan kain beludru yang juga sudah di lem sebelumnya pada setiap sisi sesuai pada gambar


Langkah 6 : Kotak selesai di buat dan selanjutnya tinggal membuat tutup mikanya.


Minggu, 02 Februari 2020

Penangkaran Burung, Betina Adalah Kunci Mendapatkan Anakan Berkualitas



Burung yang berkicau indah kini tidak hanya menghiasi hutan dan kebun. Orang banyak yang ingin menikmatinya dirumah, sambil ngopi disaat istirahat dari kerja, mendengar burung kesayangan berkicau adalah membawa nikmat tersendiri seakan rasa capaipun jadi hilang.

Burung yang banyak digemari membuat penangkapan burung liar menjadi marak, populasi dihabitatnya di alam liar menjadi semakin mengewatirkan, mengingat jika burung yang dipiara orang selalu dibeli dari tangkapan.

Bersyukur, para pecinta burung semakin sadar dengan hal tersebut dengan berusaha untuk dapat menangkarnya. Segala cara dan uji coba dilakukan, banyak pula yang berhasil.

Hanya sebatas berhasil belumlah cukup, karena dalam soal burung, kualitas sangat diperlukan dari sekedar kuantitas. Walaupun pada dasarnya yang dicari adalah kualitas suara, kualitas fisik dan kesehatan turut juga menentukan.

Untuk menghasilkan keturunan yang baik, penangkar memerlukan bibit yang baik pula. Bibit disini berarti sebagai burung yang akan menurunkan keturunan yaitu anak burung. Anak burung nantinya akan meneruskan generasi sebagai piaraan orang. Penghobi burung tidak mutlak mendapatkan burung piaraan dari alam habitatnya, akan tetapi dibantu dengan hasil penangkaran. Efeknya, untuk mendapatkan burung piaraan, penggemar burung tidak mutlak membeli dari hasil penangkapan Liar, namun dapat diperoleh dari hasil penangkaran.

Burung hasil penangkaran adalah burung yang berkembang biak dari hasil budi daya manusia, hasilnya, ada yang berhasil mendapatkan gaco yang bagus, namun tidak jarang juga yang belum pernah kunjung menghasilkan hasil yang memuaskan. Sebagai usaha atau budi daya, pengetahuan penangkar ikut pula menentukan dalam usaha ini.

Saling berbagi ilmu dan pengetahuan selalu dilakukan, dengan browsing diinternet banyak juga penyedia konten yang membahas hal ini. Termasuk dalam artikel ini juga akan dibagikan suatu trik tambahan untuk mendapatkan kualitas anakan burung hasil penangkaran yang lebih jos lagi.

Jika selama ini kita tertuju kepada pejantan untuk membuat pasangan bibit yang baik, dengan asumsi bahwa anak akan menuruni sifat bapaknya. Berlomba-lomba mencari pejantan burung yang berkualitas sangat gencar dilakukan. Alhasil perhatian kepada bibit betina dikesampingkan begitu saja.

Tak dapat dipungkiri, penurunan gen atau trah dari sifat bapak cenderung menurun kepada anaknya memang sangat masuk akal. Kualitas pejantan yang baik cenderung menurunkan trah yang baik dan kualitas pejantan yang buruk, keturunan yang dihasilkan juga cenderung akan buruk.

Tetapi, bagaimana jika pejantan yang baik sudah diterapkan, namun hasil yang diinginkan tidak didapatkan? Kenyataan tersebut bukan tidak pernah didapati, tapi penangkar hanya tidak habis pikir kenapa hal itu terjadi.

Sebuah reseach membuktikan, ternyata kualitas betina ikut juga menentukan dalam hal ini. Tidak sekedar mampu bertelur dan reproduksi sampai mendapatkan anak, akan tetapi sifat-sifat baik fisik maupun bakat kemampuan mendorong pembangunan kualitas yang tidak kalah penting dalam sudut trah itu sendiri.

Dengan betina yang baik, mendorong proses penurunan trah yang akan menghasilkan lebih dari sifat-sifat yang dimiliki oleh bapak atau pejantannya melebihi keunggulan yang dimiliki. Mudahnya, anak yang diturunkan dari bapak yang baik ditunjang dengan ibu atau induk yang baik akan menghasilkan keturunan yang memiliki kualitas lebih baik diatas kualitas bapaknya. Dalam hal ini, anakan yang dihasilkan, bahkan lebih baik dari bapaknya. Jika tidak tercapai, minimal akan sama dengan bapaknya.

Betina yang biasa dipilih sebagai induk dengan pertimbangan standar sebatas atau yang penting mampu bertelur dan merawat anaknya ternyata memerlukan pertimbangan lebih dari itu.

Sebagai penjelasan yang lebih terang, pertimbangan yang lebih seperti volume suara betina yang lebih kencang dari betina kebanyakan, mental betina yang lebih berani atau tidak pemalu diantara yang lainnya. Semua itu ternyata menjadi andil yang nyata dalam mengantarkan kepada kualitas trah bapaknya yang dengan susah payah kita dapatkan, bahkan dipercaya betina adalah kunci dari pencetakan trah pada penangkaran burung khususnya.

Kenapa sejauh itu orang memelihara burung? Bukankah yang penting burung yang dipiara mau berkicau sudah cukup untuk hiburan.

Ya, itu dulu, sekarang burung piaraan tidak sekedar menemani ngopi, kenyataannya burung dijaman sekarang sering dituntut untuk berlomba di ajang lomba burung berkicau. Siapa yang dapat mendendangkan kicauan terbaik, pemiliknya akan mendapat piagam, uang dan piala. Itulah alasan orang terus membangun kualitas burung agar burung tidak asal bisa berkicau, tapi harus lebih indah lagi, jika ingin burungnya menang dalam kontes.

Disamping itu, terlepas dari juara dan hadiah, memiliki burung berprestasi merupakan kebanggaan dan kepuasan batin tersendiri yang tidak dapat dibayar dengan apapun.