Rabu, 28 Oktober 2020

5 Jenis Burung Perkutut Ini Tidak Boleh Dipiara, Pemilik Bisa Sial



Dalam dunia burung, memelihara burung adalah hobi. Hobi adalah kesenangan untuk mendapatkan kebahagiaan. Bagainana seandainya hobi malah mendatangkan kesusahan?

Kedengaran aneh dengan pernyataan tersebut, kan, tapi benar ada.

Hal itu terjadi dengan burung perkutut lokal, dari jenis warna dan bentuk bagian tubuh tertentu memiliki ciri-ciri khusus yang dapat membuat pemiliknya mendapatkan kesusahan yang diakibatkan memelihara burung tersebut. Ciri-ciri khusus tersebut yang dinamakan "Katuranggan"

Perkutut yang bagaimana yang tidak boleh dipelihara, akan dikupas dengan jelas di bawah ini.


1. Bromo Kukup.

Ciri-ciri perkutut Bromo Kukup adalah pada kepala bagian atas memiliki bulu-bulu putih membentuk garis yang tidak beraturan sampai kebagian ekor.

Katuranggan tersebut memiliki perlambang rintangan jalan yang mestinya lurus menjadi tidak beraturan.

Mitos perkutut ini dapat membuat nasib si pemilik menjadi mudah sial hingga kepada keluarganya dalam mencapai tujuan dan cita-cita.

Bulu putih yang membentuk bercak atau garis yang tidak beraturan tersebut merupakan lambang ketidak mulusan dan rintangan yang menghalangi jalan untuk mencapai keberhasilan.

2. Perkutut Bromo Labuh Geni

Ciri-ciri pada bulu perkutut ini memiliki bercak-bercak warna kemerahan seperti gerombolan pada pada tubuhnya yang tidak merata atau tidak beraturan.



Memelihara jenis perkutut ini dapat mempengaruhi pemiliknya menjadi panas hatinya sesuai namanya ada unsur "geni" yang berarti api.

Jenis ini dapat mempengaruhi pemiliknya menjadi panas hati, sehingga akan mudah marah, uring-uringan, mudah tersinggung.

Perangai ini jelas akan membuat apa yang dilakukan menjadi tidak baik karena sikap jelek tersebut. Bisnis yang seharusnya mulus menjadi amburadul karena hawa panas yang terbawa dalam menentukan kebijakan-kebijakannya.

Pelanggan dan clien akan menjauh karena perangai yang tidak lagi lembut seperti biasanya.

Kesulitan ekonomipun terjadi.

Hal itu berdampak pula pada rumah tangga yang tidak harmonis, berantem dan selalu dalam situasi panas seperti lambang yang tertera yaitu api.

3.Perkutut Buntel Mayit

Dilihat dari namanya saja sudah seram, kan? " Buntel" berarti bungkus, sedangkan "Mayit" berarti Mayat.

Ciri-cirinya pada bagian sayap terselip beberapa bulu yang berwarna putih, sehingga nampak blok warna putih dibagian sayapnya.





Memelihara burung ini akan membawa pemilik dan keluarganya kepada kecelakaan, seperti sakit bahkan kematian.

Perasaan was-was akan katuranggan ini jelas akan membuat hidup tidak tenang, was-was dan ketakutan. Oleh karena itu, jika sudah tahu jangan memaksakan memelihara jenis ini supaya tidak ada lagi keraguan dan perasaan takut yang akan menimbulkan mitos tidak urungnya malah benar-benar terjadi.

4.Durgo Nguwuh

Perkutut jenis ini adalah perkutut yang suka berbunyi ditengah malam.

Mitos burung ini membawa pemilik dan keluarganya menjadi suka sakit-sakitan, sering kekurangan dan hubungan keluarga dirumah menjadi tidak harmonis.

Terlepas dari mitos, secara akal sehat jika terdengar bunyi ditengah malam sa-at orang istirahat, harus terbangun mendengar alunan perkutut di tengah malam. Kicauan terdengar seram dan tidurpun terganggu ditambah dengan ketakutan.

Kurang tidur akan membuat daya tahan menurun dan seseorang akan menjadi sakit, rasa takut akan membuat jiwa terganggu. Disamping sakit-sakitan, hidup juga merasa tidak tenang.

5. Perkutut Durgo Ngerik

Perkutut Durgo Ngerik adalah perkutut manggung tidak mengenal waktu. Perkutut ini berbunyi pagi, siang, sore dan malam hari.

Mitosnya hampir sama dengan jenis sebelumnya. Membuat pemilik dan keluarganya sakit-sakitan dan tidak harmonis.

Memiliki burung gacor adalah dambaan bagi semua orang. Akan tetapi tidak untuk burung perkutut berkaitan dengan mitos.

Secara akal sehat dapat dipahami, jika burung yang dipelihara dirumah terus berbunyi apalagi tidak mengenal waktu tentunya juga menggangggu.

Rasa gelisah, berisik dan takut dalam keluarga yang dipendam karena untuk menimpuk burung biar berhenti berbunyi takut dimarahi oleh pemilik aslinya, pemiliknya juga sayang karena burung gacor pasti mahal harganya. Perasaan itu juga dapat menjadi pemicu sakit, keluarga tidak harmonis dan dampak lain yang timbul.

Begitu kiranya sederetan mitos yang banyak terdapat burung Perkutut Lokal.

Secara akal sehat, jika sebuah tanda atau kode telah dirumuskan negatif menjadi sebuah do'a dan keyakinan yang nenuntun kepada thinking negatip yang berdampak ke hal yang negatip pula.

Mungkin seandainya mitos memilih hal yang positip dalam mengartikan tanda dan kode yang ada mungkin akan lain ceritanya. Tapi namanya sudah mitos ya biarlah menjadi mitos. Jika anda meyakini, lebih baik hindari, karena dari keyakinan yang tidak masuk akal sering menjadi kenyataan.

Saya sebagai penulis, terus terang tidak percaya. Saya pernah pelihara burung semacam, semua tetap baik-baik saja.

Ingat! mitos itu bukan fakta, janganlah anda terbawa kesana.

Pengarang mitos juga tidak pernah jelas siapa, mereka mungkin sengaja tidak mematenkannya karena akan bingung jika disuruh membuktikannya.