Jumat, 03 Maret 2023

Memelihara Dan Menangkar Tokek Hingga Besar Dan Panjang





foto by: Pixabay 

Tokek menjadi jenis reptil yang banyak dicari karena memiliki beberapa kelebihan baik secara mistis maupun fisik. Secara mistis, tokek dipercaya dapat mengusir roh jahat karena bunyinya yang khas dan seram, dalam segi fisik dipercaya dagingnya  digunakan untuk obat kanker dan HIV/AIDS.

Bermula dari kepercayaan  ini munculah harga tokek menjadi melambung  di pasaran, semakin berat bobotnya, semakin mahal harganya hingga sampai jutaan rupiah.

Dijaman kemajuan kini tokek yang terbiasa hidup liar jauh dari sentuhan manusia setelah diamati dan dilakukan uji coba ternyata binatang unik ini terbukti dapat dipelihara, lho.

Dibawah ini akan dikupas bagaimana cara memelihara tokek rumah dengan benar. Mari kita lihat. 

1.  Kandang

Kandang yang layak perlu diupayakan terlebih dahulu. Caranya dengan menyiapkan kandang kaca seperti aquarium tapi tidak diisi air dengan ukuran 20-40.

Bagian atas ditutup dengan  plastik atau mika, tentunya dengan ventilasi udara sehingga sirkulasi udara tetap terjaga.

Untuk pemeliharaan lebih dari satu tokek, diperlukan ruang kebih lebar lagi, maka perlu menambahkan sekitar 20 liter ruang per tokek.

Perlu diperhatikan, tokek yang dikoloni hendaknya  jangan menempatkan lebih dari satu  pejantan dalam akuarium yang sama karena tokek jantan bisa berantem dengan jantan yang lain.

2.  Suhu Dalam Kandang

Suhu yang sedang, tidak terlalu panas juga tidak terlalu dingin berperan penting dalam kehidupan hewan reptil, tidak terkecuali reptil tokek.

Tokek yang kedinginan dapat membuat badan tokek lesu dan sakit. Demikian juga bila kepanasan, tokek dapat kepanasan dan bisa mati.

Maka itu, menyesuaikan suhu kandang sangatlah penting diketahui dalam cara memelihara tokek rumah.

Untuk keseimbangan panas dapat dilakukan dengan memasang lampu pemanas disalah satu pojok ruang akuarium.

Suhu yang ideal dan merata dalam ruang kandang sekitar   29-32℃ di ujung yang hangat dan sekitar 25-27℃ di ujung yang dingin, biarlah tokek mengatur suhu yang diinginkan dengan mengatur sendiri gerak tubuhnya.

  • Suhu diperlukan tokek malam hari 25-27" C
  • Lampu pemanas hanya dinyalakan pada siang hari selama 12 jam  dan matikan pada malam hari.
  • Panas lampu dapat disesuaikan dalam jumlah wattnya, semaki besar watt semakin panas suhunya. Untuk tingkat suhu yang pasti dapat diletakan termometer dalam ruangan.

3. Pengkondisian Kandang

Isilah dengan substrat untuk mengkondisikan ruang tetap lembab, sebab tokek sangat suka dengan kondisi yang demikian. Untuk substrat bisa digunakan benda seperti, kertas buku, kertas koran, kulit kayu, daun kering, mulsa cypress dll.

Lebih terangnya aturan substrat sebagai berikut:

  • Ketebalan minimal 7,5 cm, sebab tokek biasanya membuat lubang kecil untuk meletakkan telur.
  • Substrat pasir atau kerikil tidak dianjurkan pada tokek.
  • Jika penggunaan substrat kertas, harap ganti 2-3 kali seminggu.
  • Penggunaan substrat yang lain seperti kulit kayu atau mulsa, harap  bersihkan setiap hari dan ganti yang baru setiap bulan.

4. Kelembapan Kandang Buatan

Sebagai binatang yang suka ditempat lembab, dapat dilakukan kelembaban buatan dengan menyemprotkan embun tipis dengan alat semprot air 1-2 kali sehari, dengan harapan tercipta kelembaban berkisar 70-90%, sebagaimana reptil tropis suka dalam kelembaban demikian.

Jika menginginkan lebih praktis lagi, bisa digunakan mesin semprot otomatis yang dijual di toko hewan.


5. Pakan

Sediakan kebutuhan pakan yang cukup dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tokek yaitu makanan, minuman dan suplemen. Suplemen sangat penting mengingat tokek dikandang tidak bisa mencarinya di alam liar untuk semua zat yang dibutuhkan secara alamiah, akan tetapi tergantung pemberian sang pemelihara sebagai gantinya.

Makanan utama yang wajib disediakan adalah serangga, seperti jangkrik, ulat hongkong, kecoa, ulat sutra, waxworm, dan jenis-jenis serangga lain sebagai kebutuhan protein. Tinggak diletakan dimangkok yang terjangko oleh tokek, tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dangkal. Begitu juga air minum di dalam cepuk atau mangkuk kecil.

Untuk tokek anakan, sediakan pakannya 5-6 sehari, karena tokek anak tidak akan mendapat suap dari induknya, melainkan harus meraihnya sendiri secara alami.

Untuk kebutuhan suplemen dapat dibeli ditoko hewan atau dimarketplace yang dapat dibeli secara online.

6. Perawatan

Untuk menjaga pertumbuhan tokek baik, ada beberapa hal yang perlu dipehatikan:

  • Tokek jangan terlalu sering di angkat dan dipegang pegang, terutama yang masih bayi.
  • Dianjurkan jangan mengangkat tokek dari bagian bawah perutnya.
  • Sebelum dan sesudah memegang tokek harus mencuci tangan.
  • Jangan mengganggu tokek yang sedang berganti kulit, biarkan pergantian kulit berjalan alami dengan sendiri.

Rabu, 01 Maret 2023

Capybara, Marmut Raksasa yang Viral Dipanggil Masbro


Hewan yang berpenampilan seperti marmut namun badannya sangat besar ini sedang viral dibicarakan orang terutama warganet di medsos. Layaknya marmut binatang ini juga masuk jenis hewan pengerat, bongsor badannya yang lucu tapi terkesan sombong membuat binatang ini dijuluki Masbro.

Kapibara atau capybara (Hydrochoerus hydrochaeris)
 termasuk golongan mamalia dan merupakan hewan pengerat terbesar  yang berasal dari Amerika Selatan. Bobot kapibara berkisar 35 hingga 66 kg. Dengan tinggi hingga mencapai 135 cm.

Capybara berpenampilan seperti marmut hanya saja  tubuh raksasa dan satu warna bulu yang sama tidak seperti marmut yang  memiliki warna bulu cenderung kombinasi atau warna warni. Hewan ini juga memiliki dua gigi seri yang terus tumbuh layaknya hewan pengerat lain.

Warna bulu Capibara kecoklatan di semua area badan, telinganya pendek, dan hidungnya kecil. Capybara merupakan hewan herbivora atau pemakan tumbuhan, suka sekali rumput, tanaman air, buah-buahan dan kulit pohon

Kapibara masuk dalam genus koprofagus, binatang yang suka memakan kotoran sendiri terutama di pagi hari. Sisa kotoran yang sulit dicerna masih tersimpan banyak protein untuk didaur ulang. 

Keunikan yang lain Capybara  masuk dalam golongan hewan semi-aquatik, ditandai dengan adanya selaput disetiap celah jarinya yang memudahkan untuk berenang. Oleh karena itu, hewan ini senang tinggal lama lama diperairan.

Namun demikian , capybara dapat hidup di daratan dengan baik juga  terutama saat mencari makan tumbuhan. Berbagai jenis habitat mulai dari hutan hujan, dataran bersemak, hingga daerah rawa, terbatas daerah yang dekat sumber air mengingat capybara sangat suka dengan air.

Capybara adalah hewan perenang yang handal, selaput dikakinya  memungkinkan hewan ini berenang seperti bebek. Tak sebatas berenang, Capybara juga dapat menyelam di dalam air hingga 5 menit untuk menyelamatkan dirinya dari kejaran predator.

Capybara termasuk binatang koloni atau berkelompok dalam kehidupannya. Satu kelompok dapat terdiri dari 2 hingga 30 ekor capybara. Sesuai pada kondisi iklim, kondisi habitat, dan kepadatan populasi yang ada.

Meski memiliki ukuran tubuh besar, bukan berarti tidak punya musuh, musuh capybara adalah predator seperti jaguar, puma, buaya, singa dan predator -predator lainnya, Selain pemangsa liar, manusia juga ikut memanfaatkan daging dan kulitnya, baik untuk makanan juga buat kerajinan.

Kabar baiknya, capybara termasuk hewan yang tingkat perkembangbiakannya cukup cepat, membuat populasi hewan ini masih stabil dan belum dikuatirkan punah,
Meski begitu, perlakuan terhadap capybara tetap perlu diperhatikan, ketenarannya akhir akhir ini dapat pula berdampak pada perburuan liar dan pemeliharaan bagi pecinta binatang exotix yang tidak jarang membuat binatang yang sedianya diabaikan tiba tiba masuk daftar pencarian, baik untuk konsumsi ataupun sekedar pet.