Senin, 17 September 2018

Kadang Jalan Salah Tetap Sampai Tujuan


Pepatah mengatakan, banyak jalan menuju Rhoma. Maksudnya adalah banyak jalan menuju sebuah tujuan, dimana disana ada sesuatu yang kita impikan. Berbagai cara dilakukan untuk menggapainya.

Bagi yang bernasib mulus, dengan mudah orang dapat menggapai apa yang dicita-citakan. Akan tetapi, bagi yang bernasib malang, apapun yang dilakukan selalu menemui kegagalan. Mungkin karena tidak tahu triknya, kurang gigih dalam melakukannya atau memang sudah menjadi nasibnya yang sial.

Bagaimana trik yang benar dan cara yang jitu ? Banyak motivator yang tidak pantang menyerah memberikan kuliahnya. Pada kesimpulannya orang hidup memang harus berhasil, karena manusia berhak untuk bahagia. jika tidak, lalu, untuk apa hidup. Tak dapat dibayangkan rasanya hidup dalam ketidak berhasilan. Apapun jalan yang harus ditempuh, masih lebih baik memilih untuk terus bertempur sampai berhasil menemukannya.

Kita sering melihat burung liar yang tertangkap, lalu dimasukan dalam sangkar, betapa dia meronta berusaha untuk keluar. Satu persatu celah diantaranya kuatnya jeruji dicoba tanpa kecuali dan akhirnya ditemukan satu jeruji yang rapuh dan burung liar itu berhasil mendobraknya sebagai jalan keluar dari kurungan. Kini dia kembali lagi ke alam mengambil haknya sebagai makhluk untuk berbahagia.

Begitu juga manusia, jalan yang harus ditempuh dalam mengarungi kehidupan begitu penuh warna. Jika sekali saja salah jalan, kemungkinan yang akan didapat adalah tersesat. Jika sudah tersesat, maka tempat yang ditujupun tidak diketemukan. Untuk itu perlu jalan yang benar untuk tidak salah dalam mencapai tujuan.

Gampangnya berbicara adalah berbicara yang masuk akal. Siapapun boleh berbicara apa saja selama itu didalam kebenaran. Akan tetapi perlu  diketahui, bahwa  tak selamanya jalan yang salah itu salah. Siapa yang mengatakan ini, apakah  tidak waras? Yang mengatakan itu adalah saya. Saya melihat pada kehidupan nyata bukan maya. Dimana aku sering melihat orang berhasil bermula dari melangkah di jalan yang salah. Ini mungkin kurang mendidik untuk dibahas tetapi, apakah demi hal itu realita harus dibungkam dan kita melakukan pembenaran?

Ini contoh faktanya, Kita semua tahu ,siapa Vicky Prastiyo, orang biasa yang memimpikan nikah dengan selebritis terkenal, Saskia Gotik. Ia terbukti menipunya dengan mengaku orang kaya yang hidup penuh dengan kemewahan hanya semata-mata untuk meluluhkan hati dalam merayu gadis pujaannya, dan Saskiapun percaya dengan tipuannya, karena dia datang juga dengan Mobil mewah yang belakangan diketahui  diambil dari rental.

Peristiwa penipuan itu oleh Saskia kemudian dilaporkan ke polisi dan Vicky dinyatakan penipu dan Vickypun di cebloskan ke penjara.

Peristiwa itu sontak menjadi viral, diberitakan hampir disemua media, ibunda Vicky hampir setiap hari diwawancarai untuk berbincang-bincang mengenai Vicky, sebagai ibu yang telah melahirkannya dan Vicky secara outomatis menjadi terkenal, terkenal sebagai penipu dan yang ditipu tidak tanggung-tanggung selebritis terkenal.

Selepas dari penjara, alih-alih orang menjadi benci atas perbuatannya yang tidak tahu diri dan memalukan, akan tetapi, orang malah terhibut melihat dia diwawancarai dalam sebuah acara ditelevisi. Vigur Vicky ternyata seorang penipu tapi lucu dan menggemaskan. Hal itu menarik perhatian sebuah media televisi dan iapun direkrut guna bergabung dalam sebuah program ditelevisi.

Sejak saat itulah dia masuk dalam daftar selebritis, bukan lagi sebagai penipu, tetapi sebagai bintang televisi yang honornya sama dengan selebritis lainnya dan jadilah dia orang kaya  dan terwujudlah cita-citanya menikahi wanita seleb Angel Elga  yang tak kalah kecantikannya dengan Saskia Gotik.

Seperti apa kira-kira hidup dan karir Vicky seandainya dia tidak mengambil jalan yang salah dengan menipu hingga terjeblos dalam penjara? Mungkin dia tetap menjadi orang biasa yang bermimpi memperistri selebritis. Beleaf it or not. But, that's the fackt.

Jhony Indo adalah  superstar Indonesia era tahun 81an. Sebelumnya ia perampok dan dari perbuatannya itu dia di jebloskan di penjara Nusakambangan. Ditengah menjalani hukuman di Nusakambangan, dia bersama teman-teman mencoba melarikan diri dengan menyeberang lautan dengan alat yang dia buat dengan begitu sederhana.

Aksi sangat nekat itu tak pelaknya menarik seorang suteradara untuk diangkat menjadi film, film yang berjudul nama dirinya "Jhoni Indo" dibuatnya selepas  dari hukuman yang dijalaninya.    Beruntung, peran Joni Indo di percayakan pada Jhoni Indo sendiri yang membuatnya berhasil menjadi orang kembali. Yaitu  Keputusannya mencoba untuk melarikan diri jelas sebuah jalan yang salah, tapi ia menjadi sukses karena jalan itu.

Sumanto, siapa yang tidak kenal dengan pria yang satu ini. Dia ingin kaya , bukannya untuk menjadi kaya orang harus bekerja dengan giat, menabung dan hidup dengan hemat, akan tetapi, Sumanto memilih jalan mendengarkan bisikan ghaib setan yang menyesatkan, sehingga iapun melakukan perintahnya untuk memakan orang, hingga jadilah dia seorang kanibal. Ia mengolah daging mayat manusia yang dicurinya menjadi santapan yang lezat menurutnya. Ia tidak tahu bahwa perbuatan mencuri itu adalah salah sekalipun yang dicuri itu mayat manusia. Ia tidak menduga kalau akhir dari perbuatannya itu adalah penjara.

Dunia serasa gempar dengan kiprah Sumanto yang waras itu. Lalu dibuatlah film yang berjudul nama dirinya "Sumanto, Kanibal". Jika Sumanto mendapat royalty dari film atas nama dirinya, bukankah dia akhirnya sampai pada tujuannya yaitu menjadi orang kaya? Lalu jalan  salah yang tanpa disadarinya dilakukan meski berasal dari bisikan setan telah membawanya mencapai tujuan.  Itu juga fakta.

Namun demikian, semua yang saya  ceritakan diatas, meski itu adalah fakta, akan tetapi, sekali-kali tidak boleh sebagai inspirasi. Apalagi meniru adegan ini. Kenapa tidak boleh? Ini fakta penjelasan untung dan ruginya.

Pertama, jalan yang salah itu adalah jalan yang salah, tidak usah mencari pembenaran apapun. Meski fakta membuktikan ada kesuksesan yang berawal dari jalan yang salah, dalam prosesnya kenyataannya lebih mederita dari tujuan itu sendiri.

Jika anda stress dan tertarik akan inspirasi ini, sebagai contoh, anda tidak tahu akan menjadi apa nanti yang penting anda akan memulainya dengan mencuri.  Tetapi, dalam melakukan pencurian anda apes, ketangkap masa dan digebugin sampai mati. Yang anda buktikan bukan jalan yang salah membuat keberhasilan, akan tetapi membuktikan, jalan salah berakhir dengan kesalahan yang fatal.

Mereka yang kebetulan menjadi sukses berawal dari kesalahan biarlah mereka yang mengalaminya, toh mereka juga tidak terlepas dari penggodogan kawah candradimuka yang belum tentu orang semacam anda mampu mengalaminya.

Kedua, meski ada kesuksesan yang bermula dari jalan yang salah, hukuman dari sebuah kesalahan itu sendiri harus dipertimbangkan. Sebagai proses melalui jalan yang salah adalah penjara dan sosial. Jika masih ada jalan tanpa proses sensasi yang lebih sengsara dari tujuan itu sendiri, kenapa anda harus mengotori pikiran anda dengan sedikit saja berpikir terinspirasi meniru cerita dalam tulisan ini?
Fakta membuktikan, peniru tidak akan persis dengan yang ditiru. 

0 komentar:

Posting Komentar