Senin, 03 September 2018

Mencetak Jago Bangkok Bermental Pemenang


Berbicara  Ayam Jago Bangkok, kebanyakan orang memelihara Ayam Jago Bangkok memiliki tujuan yang berbeda dari pemeliharaan ayam pada umumnya. Pada umumnya ayam dipelihara untuk diambil dagingnya yang lesat sebagai lauk pauk untuk ayam jenis pedaging dan sebagai mesin penghasil telur untuk ayam petelur. Semua tergantung dari kelebihan yang dipunyai oleh jenis ayam itu sendiri, jika keduannya diambil manfaatnya dengan hal yang berkaitan dengan makanan, tapi tidak untuk ayam jenis petarung yang mempunyai kelebihan kekuatan dan kepiawenya dalam bertarung.Meski sama-sama dalam jenis burung yang sama-sama menghasilkan daging dan juga telur yang lezat, namun, lebih dari itu binatang piaraan ini lebih dimanfaatkan dengan kelebihannya, yaitu kekuatan dan kepiawenya dalam bertarung sebagai ayam petarung. Di Indonesia ayam jenis ini dikenal dengan nama "Ayam Bangkok", konon karena jenis ayam tersebut asal mulanya berasal dari Bangkok, ibu kota negara Tailand.

Seperti binatang piaraan yang lain, Ayam Bangkok , khususnya pejantan atau jago, akan menjadi binatang kesayangan dan kebanggaan bagi pemiliknya apabila dia tumbuh menjadi seekor jago yang jawara, yaitu seekor jago yang apabila bertarung akan menjadi pemenang.

Sebagai piaraan yang memiliki sudut pandang daya tariknya ada pada  kekuatan dalam bertarung, bukan berarti binatang ini senantiasa diberi tugas untuk bertarung setiap hari tanpa mengenal belas kasihan, semacam adu domba dan lainnya, apalagi sebagai bahan taruhan, itu adalah perjudian dan kebahagiaan diatas penderitaa makhluk lain. Di Indonesia hal itu adalah gerakan yang dilarang.

Pecinta Ayam Bangkok sudah cukup bangga, jika berhasil memiliki
Jago Bangkok yang super, yaitu Ayam Bangkok yang memiliki tubuh yang bagus, otot yang kuat, keahlian dan triks bertarung yang hebat, sehingga, jika sekali-kali harus bertarung dia akan begitu mudah menjatuhkan lawannya dan tampil menjadi pemenang. Jika itu dalam sebuah kontes atau pertandingan yang legal, ia akan mendapat piala dan penghargaan yang tinggi dan secara automatis juga harga jual ayam tersebut akan melesat sangat jauh dan pemiliknya dianggap sebagai orang yang berhasil menjadi coac atau pelatihnya. Jika, harga untuk ayam pedaging pada umumnya satu ekor paling tinggi berkisar ratusan ribu, maka Jago Bangkok yang berprestasi dapat dibandrol puluhan juta, bahkan sampai ke level ratusan juta.

Tertarik untuk memilikinya? Jika anda tertarik untuk memilikinya, Untuk memiliki Jago Bangkok yang super anda dapat mengusahakannya walau juga tidak mudah, hal itu tergantung kejelian, ketelitian dan ilmu anda untuk memilih Ayam Bangkok Yang baik.

Di sini beberapa tips dan trik, bagaimana memilih Ayam Bangkok Super, khususnya pejantan atau jago yang bila dilatih akan menjadi jawara, sebagaimana yang dilakukan oleh seorang penekun dan pemburu Ayam Bangkok super, Kang Ayi Jago alias Mukhlis dari Kedungbanteng, Purwokerto.

Kang Ayi Jago bukanlah profesor atau orang yang berpendidikan tinggi yang khusus di jurusan ilmu perjagoan, dia hanyalah orang biasa yang kebetulan pintar dalam memilih, memelihara dan berburu Ayam Bangkok, terbukti dengan modal ratusan ribu membeli Ayam Bangkok perekornya, hanya dalam beberapa hari ditangannya langsung dibeli orang dengan harga jutaan. Hal itu, karena semata-mata terbukti di medan laga binatang asuhannya menang dalam setiap pertarungan. Apa rahasia yang dilakukan Kang Ayi Jago dalam memilih dan melatih Ayam Bangkoknya, semua akan dibongkar dibawah ini dan dapat digunakan sebagai referensi anda dalam memilih Ayam Bangkok yang bagus dan membanggakan.

a. Pemilihan Ciri Tubuh

Secara umum, tubuh tegap dan mempunyai otot yang kuat.

* Bentuk Kepala

Bentuk kepala besar, menonjol seperti buah jebug atau pinang.

* Tulang

Saat diraba, tulang dirasa tebal dan kuat. Pada setiap ruas tulangleher terasa rapat.

* Kaki

Menurut Kang Ayi Jago, bentuk kaki yang dipilih adalah yang gilig (bulat), walaupun ada sebagian orang berpendapat, bentuk kaki yang baik adalah yang segi tiga, tetapi, untuk paha kaki sebalikny, yaitu tidak gilik, tetapi jika diraba terasa bentuk oval.


Pada saat tubuh ayam diangkat keseluruhan, kaki akan menggantung dengan jari-jari kaki mingkup (telungkup). Pada saat ayam berdiri lutut lebih membengkok/tidak lurus.

Barisan sisik-sisik pada kaki tersusun rapi dan menggaris lurus

* Bulu

Bulu berwarna mengkilap dan subur. Ukuran bulu ekor pilih yang panjang dan ujung bulu menjuntai sampai ke tanah karena panjangnya itu.

b. Gaya Tanding

* Durep

Gaya durep adalah, dalam bertanding, dia melakukannya dengan  segenap keberanian untuk durep, kata "durep" merupakan kependekan dari kata, "adu arep", bahasa Jawa yang artinya ,menyerang berhadapan langsung (head to head) tanpa berpikir untuk menyembunyikan bagian tubuh hanya untuk menghindari kemungkinan penyerangan yang telak. Gaya ini begitu dahsyat dan mematikan, tetapi dengan catatan jika musuh tidak pandai mengeles. Baik sekali jika anda mendapatkan calon jawara yang bisa melakukan durep, tetapi juga dapat melakukan trik samping kanan dan kiri.

* Trik Samping Kanan Dan Kiri

Gaya trik samping kanan, merupakan trik membidik melalui arah samping kanan. Dalam trik ini, ayam tampak hendak menyembunyikan kepala ke sayap samping kanan lawan, tapi kenyataannya menancapkan paruhnya pada bulu sebagai pegangan untuk bertolak melakukan pukulan dengan kakinya dibagian tubuh sebelah kanan. Gaya ini merupakan gaya curian yang tidak dapat dilakukan oleh ayam yang hanya ahli dalam permainan gaya durep.

Gaya trik samping kiri, sama dengan trik samping kanan, hanya saja dilakukan pada tubuh lawan disebelah kiri. Dalam beberapa kasus, tidak semua ayam dapat melakukan kedua trik itu sekaligus. Ada beberapa yang hanya piawe melakukan trik samping kanan, tapi trik samping kiri kosong dan sebaliknya. Dalam hal ini usahakan anda mendapat calon jawara yang dapat melakukan keduanya.


* Durep dan Trik Samping

Ayam dalam gaya ini dapat melakukan kedua gaya, baik durep maupung trik samping. Ayam tipe ini baik sekali, tinggal bagaimana kondisi kekuatan dan setamina yang dimiliki pada saat pertarungan berlangsung, kekalahan bisa saja terjadi dari dua faktor terakhir tersebut.

c. Mental

* Berani Mati

Mental Berani Mati adalah, Mental pantang menyerah dari pertarungan mesti harus berakhir dengan kematian. Baginya hanya ada dua pilihan, menang atau mati.Masihkah ingat slogan para pejuang dulu dalam memperjuangkan kemerdekaan hanya ada dua pilihan, yaitu, merdeka atau mati. Karakter ini dimiliki juga oleh ayam bangkok.Bagaimana jika ayam tipe ini didukung dengan kondisi fisik yang kuat? mungkin ayam yang punya trik penyelamat diri yang hebatpun akan kewalahan dan berpikir untuk lebih baik menyelamatkan diri melihat lawan yang tidak ada gelagat niat untuk menyerah walau sudah dihajar habis-habisan dan sudah nampah kelelahan.

* Penyelamat Diri

Mental ayam penyelamat diri adalah, ayam jawara yang tetap ingin hidup walau harus menanggung malu karena kekalahan dalam bertarung. Yang dilakukan oleh ayam ini adalah dengan lari ke luar kalangan, jika merasa sudah tidak mempu lagi menjatuhkan lawan sebelum mati dibantai oleh musuh yang begitu menguasai saat pertarungan berlangsung. Mungkin slogan yang dipakai adalah "Mengalah Untuk Menang", untuk bisa bertemu lagi pada lain waktu saat ia sudah memulihkan kondisinya menjadi fit.

Setelah menemukan calon yang berprospek mempunyai kwalitas yang bagus, Kang Ayi Jago kemudian melatihnya. Pelatihan banyak hal dari mulai pola makan, olah raga dan adaptasi lingkungan. Diantara pelatihan itu adalah jago disuruh berenang dalam jarak tertentu guna melatih otot-otot sayap dan juga pernapasan yang sangat penting, semua dilakukan secara rutin dengan jadwal yang sudah ditentukan dengan teratur. Untuk adaptasi lingkungan, jago tidak dibiarkan bebas bergaul dengan ayam-ayam yang diliarkan oleh pemiliknya. Kontak dengan ayam liar tidak selalu berdampak baik bagi jago dalam pelatihan dan juga bertarung tanpa pengawasan dapat menewaskan ayam orang dan dampak mental  jago sendiri.

Pola makan dan asupan gizi diperhatikan dengan baik. Makanan tambahan seperti jamu, vitamin dan makanan -makanan penunjang lainnya juga tidak lupa diberikan. Untuk pelatihan dalam bentuk  pola makanan, dengan cara membentuk makanan yang sengaja dibikin sedemikian rupa, contohnya makanan yang sengaja dibentuk bola-bola sebesar kelereng, lalu dilolohkan secara paksa yang berguna untuk menguatkan otot tenggorokan dan pernapasan. Dan masih banyak perlakuan-perlakuan yang lain yang belum disebutkan. Intinya semua diperlukan pengetahuan dan ketelatenan untuk mencapai hasil yang terbaik dalam mencetak jago yang berjiwa pemenang.


Begitu, yang mana yang baik dan tidak untuk pedoman atau sekedar bahan penilaian dalam berburu Jago Bangkok yang super dan jawara yang dapat menjadi binatang piaraan berprestasi yang membanggakan anda sebagai pemilik dan sekaligus coac bagi dirinya.

0 komentar:

Posting Komentar