Selasa, 15 November 2016

MEMIKAT BURUNG DENGAN BURUNG HANTU


Burung hantu adalah burung predator yang kanibal dan sangat suka memangsa sebangsa burung yang lainnya.
Tapi bagaimana , Pak Sakum seorang pemikat burung mendatangkan burung yang akan dipikatnya dengan menggunakan  burung hantu?

Tanpa burung hantu, tak akan ada burung yang akan datang atau setidaknya tak akan dapat tangkapan yang berarti.

Setelah sehari bersama Pak Sakum memikat burung, ternyata begini logikanya.

Saat seekor burung hantu bertengger disebuah dahan, dan seekor burung apa saja lewat dan mengetahui akan keberadaan burung yang suka memangsa sebangsa burung itu,  dengan sigap ia harus  segera membunyikan alarm sebagai tanda bahaya , masing-masing dari mereka memiliki nada kusus sesuai jenisnya.

Hanya hitungan detik, setelah lengkingan  isyarat itu diperdengarkan ,semua jenis burung yang berada di  lokasi merespon,  mereka  berusaha mendekat sambil terus membunyikan nada bahaya, seolah memastikan bahwa burung malam itu benar-benar rabun di siang hari untuk kemudian menyerangnya.

Seolah mereka tahu disitulah kelemahannya, siang itu akan mereka pergunakan untuk membalas akan kelakuannya yang ia lakukan saat malam hari, dari yang menggangguh tidur sampai mencuri anaknya, bahkan yang lebih parah lagi menyantapnya.

Tapi sayang , Pak Sakum sebelumnya sudah memasang perekat ( Jawa : pulut ) di dahan-dahan yang ada disekitarnya, bahkan burung hantu itu sendiri, Pak Sakum juga yang menyediakannya.
Dan merekapun terjerat. Diamankan di kandang khusus. Keesokan harinya dijual dipasar burung atau pengepul. Dan Pak Sakumpun bisa membeli beras, lauk pauk, udud ( rokok) dan sisanya ditabung buat naik haji.

0 komentar:

Posting Komentar