Jumat, 01 Februari 2019

Sniper Cantik Membunuh 59 Musuh Mati Dengan Dada Terkoyak


Setelah kematian kakaknya Rhossa Shanina memutuskan untuk masuk kedunia militer Rusia di tahun 1941. Ia memilih menjadi sniper dengan kejituannya didalam membidik musuh.

Pada perang dunia ke II Shaninapun menjalankan tugas perangnya. Sebagai seorang sniper Shanina benar-benar perempuan yang gagah berani. Ia langsung saja memilih posisi di pertahanan garis depan dalam perang.

Terhitung  59 rekor musuh  mati terbidik oleh senapannya dalam pertempuran Vilnius.

2 dari musuh yang terbidik dilakukan dalam satu tembakan sekali gus.

Shaninapun medapatkan banyak pujian di mana-mana.

Pada tahun 1944, sebuah surat kabar Kanada menyebutnya sebagai " Teror Ga'ib dari Prusia Timur"

Dikutip dari, tribunjambi.com, dia merupakan wanita snipper terbaik Soviet pertama dari Front Belorussian yang menerima penghargaan "Order Of Glory"

Masih termasuk dalam daftar pujian, Mayor degtyarev (Komandan Resimen Senapan 1138) melaporkan, antara 6 sampai 13 April, Shanina terhitung menembak 13 musuh yang sedang melakukan penembakan artileri.

Tidak lama berselang, pada Mei 1944, jumlah musuh yang terbidik naik menjadi 17 orang, Shanina lagi- lagi mendapatkan pujian.

9 Juni ditahun yang sama potret sanina terpampang dihalaman depan Surat Kabar, "Soviet Unichthozim Vraga"

Operasi Bragation di mulai di wilayah Vitebsk, 22 Juni 1944 diputuskan, penembak jitu perempuan akan ditarik.

Sebagai infanteri yang maju, ia terus mendukung operasi. Dengan suka rela ia meminta untuk dikirim ke garis depan,

Kebijaksanaan Soviet menolak.  Namun Shanina tetap berangkat ke garis depan.

Atas kepergiannya tanpa izin itu, Shaninapun diberi sangsi, akan tetapi tidak sampai mengalami pengadilan militer.

Berikutnya, ingin beralih ke perusahaan pengintaian, Iapun beralih ke komandan tentara ke 5, Nikolai Krylov, Shanina menulis surat sampai dua kali dengan permintaan yang sama.

Pertempuran dengan Jerman

Shanina berhasil bergabung dalam operasi Bragation tersebut.

Menghadapi Prusia Timur, Jerman berusaha memperketat  daerah yang dikendalikannya.

Dalam catatan hariannya16 Januari 1945, Shanina menulis, Meskipun ia ingin berada di tempat yang lebih aman, namun ada kekuatan yang tidak dikenal menyeretnya ke garis depan.

Ia tidak takut. Ia bahkan setuju untuk bertempur di jarak dekat.

Keesokan harinya Ia menulis, bahwa ia mungkin sedang diambang kematian, karena batalionnya telah kehilangan 72 dari 78 personil.

Catatan harian terakhirnya menyebutkan, kebakaran Jerman demikian hebat, sehingga pasukan Soviet, termasuk dirinya telah berlindung di senapan yang didorongnya sendiri.

Pada 27 Januari, Shanina ditemui terluka parah dengan dada yang terkoyak oleh dua orang serdadu.

Meskipun sudah berusaha ditolongnya, akhirnya Shanina meninggal juga di daerah Richau.

Shanina dimakamkan dibawah pohon pir, dipantai sungai Alle( sekarang Lava). Kemudian dipindahkan di permukiman Znamensk, Oblast, Kaliningrad.

1 komentar:

  1. salam kenal ya,mari bermain bersama kami di www.fanspoker.com
    banyak hadiah dan bonus yang menanti anda.
    || bbm : 55F97BD0 || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||

    BalasHapus